Kylian Mbappe Menggendong Madrid di Champions League. Malam Rabu, 26 November 2025, Stadion Georgios Karaiskakis di Piraeus berubah menjadi panggung ajaib bagi Kylian Mbappe. Real Madrid, yang sedang terpuruk dengan tiga laga tanpa kemenangan, datang sebagai tim tamu lawan Olympiacos di fase liga Liga Champions 2025/26. Skor awal 0-1 untuk tuan rumah seolah jadi mimpi buruk, tapi Mbappe bangunkan timnya dengan pesta gol luar biasa: empat gol dalam satu laga, termasuk hat-trick kilat selama enam menit 42 detik—rekor kedua tercepat dalam sejarah kompetisi. Kemenangan 4-3 itu bukan hanya angkat Madrid dari jurang, tapi juga jadikan Mbappe pemimpin top skor dengan sembilan gol dari lima pertandingan. Di usia 27 tahun, bintang Prancis ini bukti nyata mengapa ia disebut pewaris takhta—menggendong tim saat paling dibutuhkan, dan bikin fans Madrid jatuh cinta lagi. INFO SLOT
Hat-Trick Kilat yang Ubah Segalanya: Kylian Mbappe Menggendong Madrid di Champions League
Semuanya dimulai di menit ke-22, saat Mbappe samakan kedudukan 1-1. Ia lari kencang lepas dari dua bek, terima umpan Vinicius Junior, dan selesaikan dengan tembakan dingin ke pojok gawang. Dua menit kemudian, penalti kedua: Mbappe tenang dari titik putih, balikkan skor 2-1. Tak puas, di menit ke-29, ia curi bola dari Arda Guler, dribel melewati kiper, dan lemparkan ke gawang kosong untuk 3-1. Tiga gol dalam waktu kurang dari tujuh menit itu langsung matikan sorak tuan rumah, ubah suasana stadion dari euforia jadi hening. Pelatih Xabi Alonso bilang, “Kami main tenang meski tertinggal, tapi Mbappe yang bikin semuanya berubah.” Hat-trick ini jadi yang kedua Mbappe musim ini, setelah sebelumnya lawan Kairat Almaty, dan rekornya saingi legenda seperti Cristiano Ronaldo.
Gol Keempat dan Pertahanan yang Goyah: Kylian Mbappe Menggendong Madrid di Champions League
Babak kedua tak kalah dramatis. Olympiacos balas dua gol cepat lewat Podence dan Fortounis, samakan 3-3 di menit ke-58. Tekanan tuan rumah bikin Madrid goyah, tapi Mbappe lagi-lagi selamatkan. Di menit ke-60, Vinicius kirim umpan silang rendah dari sayap kiri; Mbappe loncat, pakai studs kaki untuk dorong bola ke gawang—gol keempat yang bikin skor 4-3 tak tergoyahkan. Itu assist kedua Vinicius malam itu, dan Mbappe puji rekan Brasilnya: “Dia bisa ubah laga kapan saja.” Meski pertahanan Madrid bocor dengan tiga gol kebobolan, semangat tim naik setelah gol Mbappe. Alonso soroti, “Mbappe sangat penting, tak perlu dijelaskan lagi.” Kemenangan ini jadi yang pertama Madrid di Yunani setelah empat kali gagal sebelumnya, angkat mereka ke posisi aman di klasemen fase liga.
Penghargaan dan Dampak Bagi Musim Madrid
Tak butuh waktu lama, UEFA beri Mbappe gelar Pemain Minggu Liga Champions. Ia puncak voting fans di uefa.com, lewati Vitinha dari PSG dan Aubameyang dari Marseille. Dengan sembilan gol, Mbappe unggul tiga dari Osimhen di peringkat kedua, dan jadi satu-satunya pemain raih dua hat-trick di fase awal musim ini. Ini musim kedua Mbappe di Madrid setelah transfer megah dari PSG, dan meski tahun pertama tanpa trofi besar, ia sudah cetak 44 gol di semua kompetisi. Kini, dengan delapan gol di Liga Champions dari lima laga, ia saingi rekor Ronaldo. Dampaknya ke tim jelas: setelah kekalahan dari Liverpool, pesta ini hentikan tren buruk, bangun kepercayaan diri jelang laga liga akhir pekan. Fans Madrid, yang sempat ragu adaptasi Mbappe, kini lihat ia sebagai pemimpin lapangan—bukan cuma pencetak gol, tapi pengubah momentum.
Kesimpulan
Kylian Mbappe benar-benar gendong Real Madrid di bahu lebarnya saat Liga Champions butuh pahlawan. Empat gol lawan Olympiacos bukan sekadar statistik, tapi cerita ketangguhan: dari tertinggal jadi pemenang, dari hening jadi gemuruh. Di musim yang masih panjang, performa ini ingatkan kenapa Madrid beli ia—untuk momen-momen seperti ini. Dengan top skor aman dan tim bangkit, Mbappe tak cuma bintang, tapi kapten tak resmi. Madrid punya peluang besar finis top delapan, dan jika Mbappe terus begini, trofi Eropa bisa kembali ke Madrid. Sepak bola tetap soal individu brilian di tim hebat, dan malam di Piraeus bukti Mbappe punya keduanya.
