Diego Costa Sebut Conte Itu Sangat Buruk

Diego Costa Sebut Conte Itu Sangat Buruk

Diego Costa Sebut Conte Itu Sangat Buruk. Diego Costa kembali membuka luka lama dengan pernyataan pedas terhadap Antonio Conte. Dalam wawancara terbaru di sebuah podcast bersama mantan rekan setimnya, striker asal Spanyol itu tidak ragu menyebut Conte sebagai pelatih yang sangat buruk, bahkan menyentuh hal-hal pribadi yang jauh dari urusan sepak bola. Komentar ini langsung menjadi bahan hangat di kalangan penggemar, terutama karena keduanya pernah meraih gelar juara liga bersama di masa lalu. Kini, dengan Conte sedang menangani tim di Serie A dan Chelsea yang terus berubah pelatih, ucapan Costa terasa seperti bom waktu yang meledak tepat sebelum pertemuan mereka di kompetisi Eropa. Perseteruan yang sebenarnya sudah berumur hampir satu dekade ini ternyata belum benar-benar selesai. REVIEW FILM

Latar Belakang Hubungan yang Retak: Diego Costa Sebut Conte Itu Sangat Buruk

Semuanya bermula pada musim 2016/2017 ketika Conte dan Costa sedang berada di puncak. Mereka membawa tim meraih gelar liga dengan gaya permainan agresif dan produktivitas tinggi di lini depan. Costa mencetak banyak gol, Conte dikenal sebagai taktisi hebat. Namun di balik kesuksesan itu, ketegangan mulai muncul. Costa merasa tidak lagi dipercaya sepenuhnya, terutama setelah mendapat pesan teks dari Conte yang menyatakan bahwa pemain itu tidak masuk rencana musim berikutnya. Situasi berubah jadi konflik terbuka, Costa akhirnya pergi ke klub lamanya di Spanyol, sementara Conte bertahan satu musim lagi sebelum meninggalkan klub dengan cara yang kurang indah. Sejak saat itu, Costa sering mengungkit nama Conte setiap kali ditanya soal masa lalu. Kali ini, ia tidak sekadar mengkritik taktik atau manajemen, melainkan langsung menyerang karakter Conte dengan kata-kata yang sangat keras, menyebutnya pahit, sulit diterima pemain, dan bahkan menyentuh isu pribadi yang seharusnya tidak dibawa ke ranah publik.

Isi Pernyataan Costa yang Kontroversial: Diego Costa Sebut Conte Itu Sangat Buruk

Di podcast tersebut, Costa tidak bertele-tele. Ia mengatakan bahwa Conte adalah pelatih paling buruk yang pernah ia temui dalam kariernya. Menurut Costa, Conte selalu marah, tidak bisa mengendalikan emosi, dan sulit dipercaya oleh para pemain. Ia juga menyinggung bahwa hubungan mereka hanya bertahan satu musim karena setelah itu Conte langsung “membuangnya”. Yang lebih mengejutkan, Costa melontarkan beberapa kalimat pribadi yang dianggap melewati batas, membuat banyak pendengar merasa ucapannya terlalu personal dan tidak lagi relevan dengan sepak bola. Meski begitu, Costa tetap menegaskan bahwa ia tidak menyesal atas apa yang dikatakan, karena menurutnya itulah yang ia rasakan saat itu. Pernyataan ini langsung viral dan memicu reaksi beragam. Sebagian penggemar merasa Costa terlalu jauh, sementara yang lain menganggap ini sebagai bentuk kejujuran dari seorang pemain yang pernah merasa diperlakukan tidak adil.

Reaksi dan Dampak Menjelang Pertemuan Besar

Ucapan Costa tentu saja sampai ke telinga Conte. Dalam konferensi pers terbaru, Conte memilih merespons dengan dingin tapi menyengat. Ia menyatakan tidak suka membuang waktu untuk orang yang menurutnya tidak cerdas, dan menegaskan bahwa di dunia ini ada orang pintar dan orang bodoh—sindiran yang jelas ditujukan ke Costa. Conte juga mengingatkan fakta bahwa Costa sempat ingin pergi tiga kali selama musim juara mereka, sehingga narasi “dibuang” tidak sepenuhnya akurat. Respons ini membuat banyak orang melihat Conte sebagai pihak yang lebih dewasa dalam urusan ini. Kini, semua mata tertuju pada pertandingan mendatang antara tim Conte dan klub lama mereka di Liga Champions. Atmosfer di luar lapangan sudah panas, dan banyak yang memprediksi laga ini akan dipenuhi emosi ekstra karena sejarah pribadi keduanya. Bagi penggemar, drama ini justru menambah daya tarik, meski sebagian besar berharap fokus tetap pada permainan di lapangan.

Kesimpulan

Diego Costa dengan terang-terangan menyebut Antonio Conte sangat buruk, membuka kembali babak lama yang sebenarnya sudah lama terkubur. Pernyataan yang kasar dan personal ini menunjukkan bahwa luka di antara mereka belum benar-benar sembuh, meski keduanya sudah berada di jalur karier yang berbeda. Conte memilih membalas dengan cara elegan tapi tajam, sementara Costa tampak tidak peduli dengan dampak ucapannya. Situasi ini mengingatkan bahwa di balik prestasi besar sering kali tersimpan konflik besar pula. Kini, pertandingan mendatang bukan hanya soal poin, melainkan juga soal ego dan sejarah pribadi. Apapun hasilnya nanti, cerita Conte versus Costa jelas masih menyisakan babak-babak menarik untuk diikuti. Sepak bola memang tidak pernah kehabisan drama.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *