Copa del Rey: Betis Kalah Telak dari Atletico. Real Betis menelan kekalahan telak 0-5 dari Atletico Madrid di perempat final Copa del Rey 2025/2026, yang berlangsung di Estadio de la Cartuja, Sevilla, pada Kamis malam waktu setempat. Hasil ini mengakhiri perjalanan Betis di kompetisi piala domestik Spanyol musim ini, sementara Atletico melenggang ke semifinal dengan percaya diri. Gol-gol dari Dávid Hancko, Giuliano Simeone, Ademola Lookman, Antoine Griezmann, dan Thiago Almada menunjukkan dominasi total Los Colchoneros, yang tak memberi kesempatan bagi tuan rumah untuk bangkit. Betis, yang biasanya tangguh di kandang, tampil di bawah standar dan gagal menciptakan ancaman berarti sepanjang 90 menit. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi pasukan Manuel Pellegrini, yang kini harus fokus ke La Liga di mana mereka berada di posisi keenam klasemen sementara. REVIEW FILM
Jalannya Pertandingan: Copa del Rey: Betis Kalah Telak dari Atletico
Laga dimulai dengan tempo tinggi, tapi Atletico langsung mengambil kendali. Hanya 12 menit berjalan, Dávid Hancko membuka skor melalui sundulan keras dari sepak pojok Koke. Gol ini lahir dari set piece yang dieksekusi sempurna, memanfaatkan kelengahan pertahanan Betis. Tuan rumah mencoba merespons, tapi serangan mereka mandul tanpa kreativitas dari lini tengah. Pada menit ke-30, Giuliano Simeone menggandakan keunggulan setelah menerima umpan silang dari Matteo Ruggeri, menyelesaikan dengan tembakan akurat ke sudut gawang.
Betis semakin tertekan, dan di menit ke-37, Ademola Lookman, yang baru saja bergabung dari Atalanta, mencetak gol debutnya. Ia memanfaatkan serangan balik cepat, bertukar umpan dengan Pablo Barrios sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa dihalau kiper Adrián. Babak pertama ditutup dengan skor 0-3, di mana Atletico unggul dalam penguasaan bola 58 persen dan mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran, sementara Betis hanya punya satu.
Babak kedua tak banyak berubah. Pellegrini melakukan pergantian untuk menambah daya gedor, tapi Atletico tetap dominan. Antoine Griezmann menambah penderitaan Betis di menit ke-62, menyambut umpan Lookman dan melepaskan tembakan yang sempat ditepis Adrián tapi tetap masuk. Gol ini mematahkan semangat tuan rumah, yang mulai kehilangan fokus. Puncaknya datang di menit ke-83 saat Thiago Almada, pengganti, memanfaatkan bola rebound untuk menutup skor menjadi 0-5. Sepanjang laga, Betis hanya punya empat tembakan tepat sasaran, sementara Atletico efisien dengan 14 percobaan dan tak kebobolan. Wasit tak banyak mengeluarkan kartu, hanya tiga kuning untuk kedua tim, menandakan pertandingan berjalan relatif bersih meski skor timpang.
Penyebab Kekalahan Betis: Copa del Rey: Betis Kalah Telak dari Atletico
Kekalahan ini tak lepas dari sejumlah faktor internal Betis. Pertama, absennya pemain kunci seperti Isco karena cedera membuat lini serang mereka kehilangan visi dan kreativitas. Johnny Cardoso dan Guido Rodríguez di lini tengah gagal mengontrol permainan, sering kehilangan bola di area vital yang dimanfaatkan Atletico untuk counter-attack. Pertahanan Betis, yang dipimpin Aitor Ruibal dan Germán Pezzella, tampil rapuh terutama dalam menghadapi set piece dan transisi cepat. Adrián sebagai kiper melakukan beberapa penyelamatan bagus, tapi tak bisa menahan lima gol yang lahir dari eksekusi klinis lawan.
Di sisi lain, Atletico tampil sempurna di bawah Diego Simeone. Debut Lookman jadi sorotan, dengan satu gol dan satu assist yang menambah kedalaman skuad. Griezmann tetap jadi pemimpin, sementara Hancko solid di belakang dan berkontribusi ofensif. Rotasi pemain Simeone terbukti efektif, dengan pengganti seperti Almada langsung berdampak. Betis, meski punya penguasaan bola 42 persen, gagal memanfaatkannya karena kurangnya ketajaman di depan. Striker seperti Assane Diao dan Vitor Roque tak mendapat suplai bola berkualitas, membuat mereka terisolasi. Secara statistik, Betis kalah dalam duel udara dan intersepsi, yang jadi kunci dominasi Atletico. Pellegrini mengakui timnya “tak berada di level terbaik,” sementara Simeone memuji “efisiensi dan fokus” anak asuhnya.
Reaksi dan Prospek ke Depan
Reaksi pasca-laga datang dari berbagai pihak. Pellegrini menyebut kekalahan ini “menyakitkan tapi jadi pelajaran,” menekankan perlunya perbaikan di lini pertahanan jelang laga liga. Suporter Betis kecewa, tapi tetap mendukung tim di stadion yang penuh sesak. Di media, analis menyoroti kontras performa: Atletico mencapai semifinal ketiga berturut-turut, sementara Betis gagal melampaui perempat final untuk kedua kalinya musim ini. Lookman jadi bintang, dengan pujian atas adaptasi cepatnya.
Bagi Betis, fokus kini beralih ke La Liga, di mana mereka akan bertandang ke Atletico akhir pekan ini. Ini jadi kesempatan balas dendam, meski Atletico unggul 10 poin di klasemen. Betis butuh kemenangan untuk menjaga asa Eropa, sementara kekalahan ini bisa memengaruhi moral. Di Copa del Rey, Atletico akan menghadapi Barcelona di semi, menjanjikan duel sengit. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan Atletico sebagai favorit trofi, sementara Betis harus evaluasi skuad untuk kompetisi mendatang. Pengundian semi sudah dilakukan, dengan Atletico sebagai tuan rumah leg pertama.
Kesimpulan
Kekalahan 0-5 dari Atletico Madrid menjadi mimpi buruk bagi Real Betis di Copa del Rey, menandai akhir perjalanan mereka dengan cara yang tak terlupakan. Dominasi Atletico dari awal hingga akhir mencerminkan kelemahan Betis di pertahanan dan serangan, meski kredit harus diberikan pada performa gemilang lawan seperti Lookman dan Griezmann. Ini bukan akhir musim, tapi pelajaran berharga bagi Pellegrini untuk membangun tim lebih tangguh. Betis kini harus bangkit di liga, sementara Atletico melanjutkan mimpi trofi. Pertandingan ini mengingatkan bahwa sepak bola penuh kejutan, dan Betis punya potensi comeback di laga mendatang.
