Lee Sharpe Putuskan Kemenangan England di Icons Series

Lee Sharpe Putuskan Kemenangan England di Icons Series

Lee Sharpe Putuskan Kemenangan England di Icons Series. Lee Sharpe menjadi pahlawan malam saat Timnas Inggris Icons mempertahankan gelar juara Icons Series 2026. Pada final yang berlangsung di Stadion Wembley, London, 20 Februari 2026, mantan winger Manchester United itu mencetak gol penentu kemenangan 3-2 atas Prancis di menit ke-89. Gol voli indah Sharpe dari umpan silang Kyle Walker memastikan The Three Lions memenangkan turnamen eksibisi bergengsi ini untuk kedua kalinya berturut-turut. Dengan kehadiran lebih dari 82.000 penonton dan jutaan pemirsa global, laga ini kembali membuktikan bahwa Icons Series bukan sekadar pertandingan persahabatan, melainkan perayaan sepak bola kelas dunia yang memadukan legenda dan bintang aktif di atas usia 30 tahun. BERITA TERKINI

Perjalanan Inggris dan Gol Pembuka: Lee Sharpe Putuskan Kemenangan England di Icons Series

Inggris memasuki turnamen dengan skuad yang seimbang antara pengalaman dan kualitas. Di babak grup mereka mengalahkan Italia 4-1 dan Brasil 2-0, dengan Harry Kane dan Phil Foden menjadi motor serangan utama. Semifinal melawan Spanyol berjalan dramatis; Inggris tertinggal hingga menit ke-68 sebelum Raheem Sterling menyamakan kedudukan dan John Stones mencetak gol kemenangan lewat sundulan. Di final, Prancis sempat memimpin melalui Olivier Giroud di menit ke-18, tapi Inggris membalas cepat. Foden menyamakan kedudukan dengan tendangan melengkung luar biasa pada menit ke-22, dan Declan Rice mengembalikan keunggulan dengan tembakan jarak jauh di menit ke-55. Kylian Mbappé menyamakan lagi di babak kedua dengan solo run khasnya, membuat skor menjadi 2-2 hingga menit-menit akhir. Saat semua orang sudah bersiap untuk extra time, Sharpe muncul sebagai penentu.

Momen Gol Penentu Lee Sharpe: Lee Sharpe Putuskan Kemenangan England di Icons Series

Di menit ke-89, Inggris mendapatkan tendangan sudut. Kyle Walker mengirim umpan silang rendah ke kotak penalti, bola sempat terpantul sebelum jatuh ke kaki Sharpe yang berdiri di garis kotak 18 yard. Dengan satu sentuhan kontrol, Sharpe langsung melepaskan tendangan voli kaki kiri yang keras dan akurat ke sudut atas gawang Hugo Lloris. Gol itu tidak hanya memastikan kemenangan, tapi juga menjadi momen paling ikonik turnamen ini. Sharpe, yang berusia 55 tahun, berlari ke pinggir lapangan sambil mengepalkan tangan, diikuti rekan setim yang langsung mengerubunginya. Setelah peluit akhir, ia dinobatkan sebagai man of the match meski hanya bermain 25 menit sebagai pengganti. Sharpe mengaku gol itu adalah “momen mimpi yang jadi kenyataan” setelah bertahun-tahun tidak bermain kompetitif. Para legenda seperti David Beckham, Paul Scholes, dan Thierry Henry yang hadir di tribun VIP ikut berdiri memberikan tepuk tangan meriah.

Dampak Turnamen dan Peran Legenda

Kemenangan Inggris memperkuat dominasi mereka di Icons Series sejak format baru diperkenalkan pada 2025. Turnamen ini semakin populer karena berhasil menghadirkan kembali pemain-pemain legendaris dalam kondisi bugar, sekaligus memberikan panggung bagi bintang aktif seperti Kane, Mbappé, dan Giroud untuk bermain tanpa tekanan kompetisi resmi. Penonton global mencapai rekor baru melalui platform streaming, dengan peningkatan signifikan dari Asia dan Amerika. Acara ini juga berhasil menggalang dana besar untuk amal melalui penjualan tiket dan merchandise, yang sebagian disumbangkan untuk program pengembangan sepak bola pemuda di Inggris dan Prancis. Gol Sharpe menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk menciptakan momen bersejarah. Icons Series terus tumbuh sebagai ajang yang menyatukan generasi sepak bola, dan kemenangan Inggris tahun ini semakin mempertegas statusnya sebagai turnamen eksibisi paling bergengsi di luar kalender FIFA.

Kesimpulan

Lee Sharpe menciptakan momen abadi dengan gol penentu kemenangan Inggris atas Prancis di final Icons Series 2026. Dari tendangan voli indah hingga selebrasi penuh emosi, ia membuktikan bahwa legenda sejati tak pernah pudar. Inggris berhasil mempertahankan trofi dengan performa kolektif yang solid, dipimpin Kane dan didukung para ikon masa lalu. Turnamen ini sekali lagi berhasil menyatukan nostalgia dan hiburan kelas dunia, sekaligus mengingatkan bahwa sepak bola tetap indah di segala usia. Selamat kepada The Three Lions atas gelar back-to-back yang layak. Semoga Icons Series terus menghadirkan cerita-cerita luar biasa seperti ini di tahun-tahun mendatang. Sepak bola memang tak pernah kehilangan keajaibannya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *