manchester-united-sedang-ditengah-kebingungan-mencari-striker

Manchester United Sedang Ditengah Kebingungan Mencari Striker

Manchester United Sedang Ditengah Kebingungan Mencari Striker. Manchester United yang merupakan tim raksasa setan merah di Premier League, sedang berada di kesulitan untuk mencari pemain striker hebat di bursa musim panas 2025. Setelah musim 2024/25 yang mengecewakan dengan hanya 44 gol di liga, pelatih Ruben Amorim menghadapi tekanan besar untuk memperkuat lini depan. Meski telah mendatangkan beberapa pemain, Setan Merah masih kebingungan menemukan penyerang yang tepat. Apa penyebab kebingungan ini, dan bagaimana solusinya? Berikut ulasan lengkapnya! BERITA LAINNYA

Kenapa Manchester United Bisa Kebingungan?

Kebingungan Manchester United adalah mereka sedang mendapatkan striker yang dibeli dengan mahal. tapi memberikan peforma yang inkonsisten. Rasmus Hojlund, yang dibeli seharga £72 juta pada tahun 2023, hanya total mencetak 10 gol di Premier League musim lalu, sementara Joshua Zirkzee, rekrutan £36,5 juta, juga kesulitan dengan tujuh gol. Kepergian Marcus Rashford ke Barcelona dengan status pinjaman semakin memperparah situasi. Selain itu, formasi 3-4-2-1 Amorim menuntut penyerang yang bisa bermain sebagai ujung tombak sekaligus berkontribusi dalam build-up play, sesuatu yang belum sepenuhnya dikuasai Hojlund dan Zirkzee. Aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR) juga membatasi anggaran MU, membuat mereka ragu antara merekrut pemain mahal atau memanfaatkan opsi free agent seperti Jamie Vardy dan Dominic Calvert-Lewin. Persaingan dengan klub seperti Arsenal dan Chelsea untuk striker top seperti Viktor Gyokeres semakin mempersulit langkah MU.

Apakah Pemain Mahal Juga Bisa Berpengaruh?

Mendatangkan pemain mahal tidak selalu menjamin kesuksesan, seperti terlihat dari kasus Hojlund dan Zirkzee. Hojlund, meski punya potensi, masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan intensitas Premier League, sedangkan Zirkzee kerap kesulitan menemukan ritme di bawah tekanan Old Trafford. Pengalaman masa lalu MU dengan pemain mahal, seperti Romelu Lukaku (£75 juta) yang gagal memenuhi ekspektasi, membuat klub menjadi lebih berhati-hati. Striker mahal yang memiliki nama seperti Benjamin Sesko (diperkirakan £60 juta) atau Nicolas Jackson (£80 juta) memang sangat menggoda untuk setan merah, tapi risikonya sangat fatal dan besar jika mereka gagal beradaptasi. Di sisi lain, pemain mahal biasanya membawa kualitas dan daya tarik komersial, yang bisa meningkatkan performa tim dan pendapatan klub. Namun, MU harus menyeimbangkan ambisi dengan stabilitas finansial untuk menghindari pelanggaran PSR.

Solusi Untuk Manchester United Kedepannya: Manchester United Sedang Ditengah Kebingungan Mencari Striker

Untuk bisa mengatasi keadaan ini, Manchester United perlu untuk melakukan pendekatan yang cerdas. Pertama, mereka dapat memanfaatkan free agent seperti Vardy atau Calvert-Lewin untuk solusi jangka pendek, sambil tetap mengembangkan Hojlund sebagai proyek jangka panjang. Kedua, Amorim harus memperjelas peran penyerang dalam sistemnya, apakah fokus pada penyerang tengah atau pemain serba bisa seperti Matheus Cunha, yang baru direkrut. Ketiga, MU bisa mencari talenta muda dari liga lain, seperti Jonathan David dari Lille, yang kontraknya akan habis pada 2026, dengan harga lebih terjangkau. Terakhir, meningkatkan kreativitas lini tengah melalui pemain seperti Amad Diallo atau Mason Mount bisa membantu menciptakan lebih banyak peluang bagi striker, mengurangi tekanan pada lini depan.

Kesimpulan: Manchester United Sedang Ditengah Kebingungan Mencari Striker

Manchester United sedang berada di kebingungan karena mendapatkan striker lini depan yang lemah dan juga adanya keterbatasan anggaran, dan persaingan ketat di bursa transfer. Pemain mahal menawarkan potensi, tapi juga risiko besar, sementara solusi jangka pendek seperti free agent bisa jadi jalan keluar sementara. Dengan pendekatan strategis, mulai dari memanfaatkan talenta muda hingga memperbaiki kreativitas tim, MU punya peluang untuk keluar dari krisis ini. Hingga bursa transfer ditutup pada 1 September 2025, keputusan Amorim akan menentukan arah Setan Merah di musim 2025/26.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *