Arsenal Ngalahin Tottenham Untuk Pembelian Eberechi Eze. Bursa transfer musim panas 2025 menghadirkan drama seru di London Utara, dengan Arsenal berhasil menyalip Tottenham Hotspur dalam perburuan gelandang serang Crystal Palace, Eberechi Eze. The Gunners, yang awalnya tak terlalu agresif, bergerak kilat untuk mengamankan tanda tangan pemain 27 tahun ini dengan kesepakatan senilai £60 juta plus bonus. Transfer ini jadi pukulan telak bagi Spurs, yang sudah hampir menyelesaikan negosiasi dengan Palace. Kepindahan Eze ke Emirates Stadium tak hanya memperkuat lini serang Arsenal, tapi juga menegaskan rivalitas sengit antara kedua klub sekota. Apa yang membuat transfer ini begitu menarik, dan bagaimana ceritanya? Simak ulasan berikut. BERITA LAINNYA
Siapa Itu Eberechi Eze: Arsenal Ngalahin Tottenham Untuk Pembelian Eberechi Eze
Eberechi Eze adalah gelandang serang asal Inggris yang lahir di Greenwich, London, pada 29 Juni 1998. Ia memulai karier di akademi Arsenal sebelum dilepas saat berusia 13 tahun, lalu bergabung dengan Queens Park Rangers (QPR) dan akhirnya Crystal Palace pada 2020. Di Palace, Eze menjelma menjadi salah satu gelandang serang terbaik Premier League, dengan catatan 34 gol dan 23 assist dalam 146 penampilan. Musim lalu, ia bersinar dengan 14 gol dan 11 assist, termasuk gol penentu kemenangan di final Piala FA melawan Manchester City. Eze dikenal karena kemampuan dribel, visi permainan, dan tendangan jarak jauh yang mematikan. Fleksibilitasnya untuk bermain sebagai nomor 10 atau winger kiri membuatnya jadi incaran klub-klub besar. Selain itu, ia sudah mencatatkan beberapa caps untuk timnas Inggris, termasuk tampil di Euro 2024, menegaskan statusnya sebagai pemain papan atas.
Tim Sepak Bola Apa Saja Yang Mengincar Eberechi Eze
Eze menjadi rebutan sejumlah klub top menjelang penutupan bursa transfer 1 September 2025. Arsenal dan Tottenham adalah dua klub yang paling getol mengejarnya, dengan persaingan yang memanaskan rivalitas North London Derby. Tottenham awalnya berada di posisi terdepan, terutama setelah cedera ACL yang dialami James Maddison memaksa mereka mencari gelandang serang baru. Spurs bahkan sudah mencapai kesepakatan personal dengan Eze dan menawarkan £55 juta plus bonus kepada Palace. Namun, Arsenal masuk di saat-saat terakhir, memanfaatkan cedera lutut Kai Havertz yang membuat lini serang mereka pincang. Selain kedua klub ini, Newcastle United sempat dikaitkan dengan Eze, meski minat mereka mereda setelah mendekati Jacob Ramsey dari Aston Villa. Chelsea juga disebut-sebut tertarik, dengan legenda Arsenal Paul Merson mempertanyakan mengapa The Blues tidak lebih serius mengejarnya. Namun, fokus utama Eze sejak awal tertuju pada Arsenal dan Tottenham, dengan Palace menetapkan banderol sekitar £68 juta yang membuat negosiasi cukup ketat.
Kemungkinan Terbesar Eberechi Eze Akan Masuk Tim Mana?
Meski Tottenham awalnya unggul dalam perburuan, Arsenal akhirnya memenangkan tanda tangan Eze berkat manuver cepat dan tawaran yang lebih menggiurkan. The Gunners menyodorkan £60 juta plus bonus £8 juta, yang diterima Palace setelah negosiasi kilat dalam waktu dua jam. Faktor emosional juga berperan besar: Eze, yang pernah menimba ilmu di akademi Arsenal, dikabarkan lebih memilih Emirates Stadium sebagai destinasi ideal. Pertemuan rahasia antara Eze, Mikel Arteta, dan direktur olahraga Andrea Berta bulan lalu memperkuat kecenderungan ini. Arsenal juga diuntungkan oleh kebutuhan mendesak akan pengganti Havertz, yang cedera lutut, serta visi Arteta untuk menjadikan Eze sebagai playmaker serbaguna di sepertiga akhir lapangan. Tottenham, meski sempat intens bernegosiasi, gagal mempercepat kesepakatan, dan kini terpaksa beralih ke target lain seperti Savinho dari Manchester City. Dengan tes medis yang sudah dijadwalkan di London Colney, Eze hampir pasti akan berseragam Arsenal, kemungkinan besar debut melawan Liverpool pada matchweek ketiga, 31 Agustus 2025.
Kesimpulan: Arsenal Ngalahin Tottenham Untuk Pembelian Eberechi Eze
Kepindahan Eberechi Eze ke Arsenal adalah kemenangan besar bagi The Gunners, baik dari sisi taktikal maupun simbolis, mengingat mereka berhasil menikung rival sekota, Tottenham. Dengan fleksibilitas, kreativitas, dan ketajamannya, Eze berpotensi menjadi solusi instan untuk lini serang Arsenal yang sedang diterpa cedera. Transfer ini juga menegaskan ambisi Mikel Arteta untuk menjaga daya saing di Premier League dan Liga Champions. Bagi Tottenham, kegagalan mendapatkan Eze adalah pil pahit, tapi mereka masih punya waktu untuk mencari alternatif sebelum bursa transfer ditutup. Untuk Eze, kembali ke Arsenal setelah 13 tahun dilepas akademi adalah cerita penuh makna, dan fans The Gunners kini menantikan aksi sang gelandang di Emirates. Dengan musim yang baru dimulai, kehadiran Eze bisa jadi kunci untuk mengakhiri paceklik gelar Arsenal.