Pemain-pemain Ini Berpotensi Dijual MU Usai Bermain Jelek. Manchester United kembali menjadi sorotan setelah performa buruk di musim 2024/25, ditutup dengan kekalahan telak 3-0 dari Arsenal pada laga pembuka Premier League 2025/26 di Emirates Stadium. Di bawah asuhan Ruben Amorim, United masih terpuruk, dan sejumlah pemain kini dikaitkan dengan pintu keluar karena gagal memenuhi ekspektasi. Dengan tekanan dari aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) dan kebutuhan untuk mendanai perombakan skuad, United mungkin akan melepas beberapa nama besar. Artikel ini akan mengulas hasil pertandingan melawan Arsenal, pemain yang berpotensi dijual, dan apakah ini menandakan cuci gudang besar-besaran, dengan bahasa yang santai namun tetap formal. BERITA BOLA
Apa Hasil Akhir Dari Pertandingan Ini
Manchester United menelan kekalahan 3-0 dari Arsenal pada 24 Agustus 2025 di Emirates Stadium, menandai awal yang buruk di musim 2025/26. Gol-gol dari Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Martin Ødegaard menunjukkan dominasi Arsenal, sementara United tampak kewalahan dengan formasi 3-4-2-1 Amorim. United hanya mencatatkan 38% penguasaan bola dan tiga tembakan ke gawang, dengan Andre Onana melakukan beberapa penyelamatan penting untuk mencegah kekalahan yang lebih besar. Pertandingan ini memperpanjang catatan buruk United melawan tim “Big Six”, dengan hanya satu kemenangan dalam 12 laga sejak Amorim mengambil alih pada November 2024. Kekalahan ini juga memicu kritik keras dari fans, yang menyoroti kurangnya intensitas dan organisasi tim, terutama di lini tengah dan serang.
Siapa Saja Nama Pemain Yang Berpotensi Dijual MU Usai Bermain Jelek
Beberapa pemain United kini berada di ujung tanduk setelah penampilan buruk mereka di laga melawan Arsenal dan sepanjang musim 2024/25. Pertama, Marcus Rashford menjadi sorotan utama. Winger berusia 27 tahun ini hanya mencetak empat gol di Premier League musim lalu dan tampil buruk melawan Arsenal, gagal menyelesaikan dribel dan kehilangan bola 14 kali. Rashford, yang kontraknya berlaku hingga 2028, dilaporkan tidak lagi masuk rencana Amorim dan bisa dijual dengan harga sekitar £40 juta. Kedua, Casemiro, gelandang veteran Brasil, tampil mengecewakan dengan hanya memenangkan 2 dari 7 duel dan kehilangan bola di area berbahaya, yang memicu gol kedua Arsenal. Dengan gaji tinggi dan usia 33 tahun, United mungkin akan melepasnya ke klub seperti Al-Nassr dengan harga £20 juta. Ketiga, Antony, winger asal Brasil, terus gagal memenuhi ekspektasi sejak transfer £86 juta dari Ajax pada 2022. Ia tidak mencatatkan gol atau assist dalam tujuh penampilan musim ini dan hanya bermain 12 menit sebagai pemain pengganti melawan Arsenal. United siap melepasnya dengan harga £25 juta, dengan minat dari klub seperti Fenerbahce dan Ajax. Terakhir, Christian Eriksen, yang kontraknya habis pada 2026, juga berpotensi dijual setelah tampil buruk di lini tengah, dengan tingkat akurasi passing hanya 78% melawan Arsenal.
Apakah Ini Artinya MU Akan Cuci Gudang Besar-besaran
Kemungkinan cuci gudang besar-besaran di Manchester United cukup besar, tetapi tidak sepenuhnya pasti. United berada di bawah tekanan aturan PSR setelah pengeluaran besar untuk pemain seperti Benjamin Sesko (£73,7 juta) dan Matheus Cunha (£50 juta) pada musim panas 2025. Penjualan pemain seperti Rashford, Casemiro, Antony, dan Eriksen bisa menghasilkan dana sekitar £100 juta, yang akan digunakan untuk mendatangkan pemain yang lebih cocok dengan visi Amorim, seperti gelandang bertahan yang lebih mobile atau wing-back serba bisa. Namun, Amorim juga menghadapi tantangan untuk menjaga kedalaman skuad, terutama dengan jadwal padat di Premier League, Europa League, dan Piala FA. Kepindahan Alejandro Garnacho ke Chelsea dan peminjaman Kobbie Mainoo ke Newcastle menunjukkan bahwa United sudah mulai merampingkan skuad, tetapi cuci gudang besar-besaran mungkin tertunda hingga musim panas 2026 jika Amorim ingin mengevaluasi pemain seperti Amad Diallo dan Joshua Zirkzee lebih lanjut. Meski begitu, tekanan dari fans dan pemilik Sir Jim Ratcliffe untuk hasil cepat bisa mempercepat penjualan pemain yang dianggap tidak sesuai.
Kesimpulan: Pemain-pemain Ini Berpotensi Dijual MU Usai Bermain Jelek
Kekalahan 3-0 dari Arsenal pada laga pembuka Premier League 2025/26 mempertegas masalah Manchester United di bawah Ruben Amorim, dengan pemain seperti Marcus Rashford, Casemiro, Antony, dan Christian Eriksen berpotensi dijual karena performa buruk mereka. Tekanan finansial dan kebutuhan untuk mendanai visi taktis Amorim meningkatkan peluang cuci gudang, meski langkah ini mungkin dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas skuad. Bagi United, menjual pemain yang tidak lagi sesuai dengan rencana adalah langkah logis, tetapi keberhasilan Amorim bergantung pada kemampuannya mengintegrasikan pemain baru dan memperbaiki performa tim. Bagi penggemar, situasi ini adalah pengingat bahwa proses rebuild United masih jauh dari selesai, dan musim 2025/26 akan menjadi ujian besar bagi Amorim dan skuadnya.