Persija Terpeleset di Posisi Tiga Setelah Kekalahan. Persija Jakarta harus menelan pil pahit di pekan ke-20 BRI Liga 1 2025/2026 setelah menelan kekalahan telak 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (8 Februari 2026). Kekalahan ini membuat Macan Kemayoran terpeleset dari posisi dua dan kini bertengger di peringkat tiga klasemen sementara dengan 41 poin dari 20 pertandingan. Meski masih berada di zona Liga Champions Asia, jarak dengan pemuncak Persib Bandung dan runner-up Borneo FC semakin lebar. Kekalahan di kandang sendiri ini terasa sangat menyakitkan, terutama karena Persija mendominasi sepanjang laga namun gagal memanfaatkan peluang. BERITA TERKINI
Kekalahan yang Penuh Penyesalan di GBK: Persija Terpeleset di Posisi Tiga Setelah Kekalahan
Pertandingan berjalan cukup sengit sejak peluit awal. Persija sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang, menguasai bola hingga lebih dari 60 persen sepanjang laga. Beberapa peluang emas diciptakan oleh Gustavo, Joel Vinicius, Dony Tri Pamungkas, dan Thales Lira, tapi kiper Arema Muhammad Adi Satryo tampil luar biasa dengan penyelamatan krusial berulang kali. Babak pertama berakhir tanpa gol meski Persija terlihat lebih berbahaya.
Di babak kedua, tekanan Persija semakin gencar. Namun, justru Arema yang lebih efektif memanfaatkan ruang kosong. Pada menit ke-82, Gabriel Silva Costa mencetak gol pembuka lewat serangan balik cepat setelah menggiring bola dari tengah lapangan dan melewati dua bek Persija. Gol ini langsung membuat GBK hening sejenak. Persija berusaha bangkit, tapi pada menit ke-90+11, Silva kembali mencatatkan brace melalui skema serangan balik serupa. Gol kedua sempat dinyatakan offside, tapi VAR mengonfirmasi sah, mengakhiri harapan Persija untuk mencuri poin di laga kandang. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Persija di GBK musim ini setelah catatan kandang yang cukup solid sebelumnya.
Penyebab Utama dan Dampak pada Posisi Klasemen: Persija Terpeleset di Posisi Tiga Setelah Kekalahan
Kekalahan ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, lini depan Persija kurang klinis meski menciptakan banyak peluang. Beberapa tembakan dari posisi bagus melambung atau diblok, sementara Adi Satryo tampil seperti tembok hidup di bawah mistar. Kedua, transisi bertahan Persija kurang rapi saat Arema melakukan serangan balik, memberi ruang bagi Gabriel Silva untuk beraksi. Mauricio Souza sebagai pelatih masih mencari formula terbaik di lini tengah agar tim tidak mudah kebobolan saat mendominasi penguasaan bola.
Dari sisi klasemen, hasil ini membuat Persija turun ke peringkat tiga dengan 41 poin. Persib Bandung tetap memimpin dengan 47 poin, sementara Borneo FC berada di posisi dua dengan 46 poin. Jarak enam poin dari puncak dan lima poin dari runner-up terasa cukup signifikan dengan sisa musim yang masih panjang. Persija kini harus ekstra waspada karena Malut United dan Persebaya Surabaya di belakang juga terus mengejar dengan poin yang tidak terlalu jauh. Kekalahan ini juga memengaruhi moral tim menjelang laga tandang berat ke Bali United di pekan ke-21.
Langkah Pemulihan dan Tantangan ke Depan
Pelatih Mauricio Souza mengakui timnya harus lebih tajam dalam penyelesaian akhir dan lebih disiplin saat transisi. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bahwa dominasi bola tidak selalu berarti kemenangan jika tidak diimbangi efektivitas. Persija punya skuad berkualitas dengan pemain-pemain seperti Gustavo, Joel Vinicius, dan Ryo Matsumura yang seharusnya bisa kembali menemukan ketajaman mereka.
Pekan mendatang, Persija akan menghadapi Bali United di Kapten I Wayan Dipta, laga yang sangat krusial untuk menjaga asa tetap berada di zona atas. Kemenangan di Bali bisa mengembalikan kepercayaan diri tim dan memperkecil jarak dengan dua tim teratas. Suporter Jakmania tentu berharap tim kesayangan mereka segera bangkit dan tidak membiarkan kekalahan ini menjadi awal dari tren negatif.
Kesimpulan
Kekalahan 0-2 dari Arema FC di GBK menjadi pukulan telak bagi Persija Jakarta yang sempat tampil dominan sepanjang pertandingan. Gabriel Silva menjadi mimpi buruk dengan brace-nya yang lahir dari serangan balik, sementara Persija harus puas dengan kekalahan yang membuat mereka terpeleset ke posisi tiga klasemen. Meski masih berada di zona aman Liga Champions Asia, jarak dengan puncak semakin terasa. Kini tugas Persija adalah segera memperbaiki penyelesaian akhir dan transisi bertahan agar tidak kehilangan poin sia-sia lagi. Liga 1 masih panjang, dan Macan Kemayoran punya semua potensi untuk bangkit—asal mereka belajar dari kekalahan pahit ini.
